Untuk AutoLogon Windows, dapat menggunakan tools dari SysInternals: Autologon for Windows.
@echo off
rundll32.exe user32.dll, LockWorkStation
Sebuah enkripsi sederhana di SQL Server 2008 R2:
DECLARE @PassPhrase NVARCHAR(50) = 'PASS PHRASE'
DECLARE @Text NVARCHAR(50) = 'Here is the text to be encrypted'
DECLARE @Encrypted VARBINARY(255)
DECLARE @Decrypted NVARCHAR(50)
DECLARE @Encrypted_inText NVARCHAR(255)
DECLARE @Decrypted_fromText NVARCHAR(50)
SET @Encrypted=ENCRYPTBYPASSPHRASE(@PassPhrase, @Text)
SET @Encrypted_inText=CONVERT(NVARCHAR(255), @Encrypted, 1)
SET @Decrypted=DECRYPTBYPASSPHRASE(@PassPhrase, @Encrypted)
SET @Decrypted_fromText=DECRYPTBYPASSPHRASE(@PassPhrase, CONVERT(VARBINARY(255), @Encrypted_inText, 1))
SELECT OriginalText=@Text, Encrypted=@Encrypted, Decrypted=@Decrypted,
Encrypted_inText=@Encrypted_inText,
Decrypted_fromText=@Decrypted_fromText
Saya sering menggunakan PivotTable di Microsoft Excel untuk menampilkan laporan. Masalahnya, PivotTable tidak otomatis refresh ketika data yang dientri itu berubah. Akibatnya, kalau mencetak laporan dari PivotTable tersebut tidak jarang saya mencetak laporan yang salah karena tidak up-to-date.
Setelah menjelajah, berikut kode VBA untuk mengotomatisasi refresh PivotTable ketika Worksheet-nya diklik:
Private Sub Worksheet_Activate()
Me.PivotTables(1).RefreshTable
End Sub
Sekarang saya tidak perlu lagi mengklik refresh secara manual, dan laporan PivotTable saya selalu up-to-date.

Wikipedia bahasa Indonesia (WBI) kini telah masuk kepada sebuah babak baru dengan dicapainya artikel ke-100.000 pada tanggal 21 Februari 2009.
Hanya dengan sedikit, hanya sekitar 50 kontributor yang benar-benar aktif, WBI telah merambat naik ke peringkat ke-25 dunia dari 265 proyek Wikipedia seluruh bahasa yang ada (pada awal tahun 2004, WBI malah hanya menduduki peringkat ke-50 dunia).
Membanggakan juga karena di seluruh Asia, saat ini, WBI bahkan menduduki peringkat ke-3 setelah bahasa Jepang (#5) dan Mandarin (#12), mengalahkan berbagai bahasa lainnya mulai dari Korea, Vietnam, Thai, hingga Melayu Malaysia dan lain-lain.
Sebelumnya diskusi kedua dewan Wikimedia Indonesia (WMID) telah memperkirakan bahwa artikel ke-100.000 akan dicapai pada minggu kedua atau ketiga Maret 2009. Sebuah estimasi yang ternyata salah besar, karena cepatnya perkembangan artikel secara gila-gilaan mulai 14 hingga 21 Februari 2009.
Dalam kurun waktu 8 hari ini, Wikipedia bahasa Indonesia "mendadak" dibanjiri rata-rata 297 artikel baru per harinya. Padahal selama 3 minggu sebelumnya hanya ada sekitar 60 artikel baru per harinya.Kami sama sekali tidak terpikirkan betapa besar ternyata animo beberapa pengguna Wikipedia bahasa Indonesia untuk mengejar 100K. Saya menghitung, dari sekitar 2383 artikel yang dikontribusikan selama 8 hari itu, terdapat 199 pengguna yang berkontribusi (59 terdaftar dan 140 anonim).
Yang mengejutkan, sebanyak 1966 artikel (82%) dikontribusikan hanya oleh 7 pengguna (dengan minimal 40 artikel).
Ketujuh pengguna tersebut adalah: Mimihitam (994), Kembangraps (395), Reindra (317), Anonim-118.136.xxx.xxx (103), NoiX180 (72), Willy2000 (45), dan Serenity (40). Kepada ketujuh kontributor ini, saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas kontribusinya yang luar biasa ini.Dibalik keputusan artikel ke-100.000
Pada hari Sabtu sore, 21 Februari 2009, saya mendapatkan sms dari Ivan Lanin, Direktur Eksekutif WMID sekaligus salah satu pengurus WBI, yang merasa terkejut karena tahu-tahu WBI telah mencapai 100K. Sore itu juga, beberapa pengurus telah menghitung dan melontarkan artikel mana saja yang merupakan kandidat artikel ke-100.000.
Borgx, yang tentunya [sebagai hampir hanya satu-satunya yang] memperhatikan setiap perubahan terbaru, melontarkan kemungkinan artikel Mimihitam atau Reindra sebagai artikel ke-100.000, mungkin karena saking banyaknya artikel yang dibuat kedua pengguna terdaftar ini ^^.
Namun demikian, perhitungan Meursault2004, Ivan, dan saya, menunjukkan bahwa artikel ke-100.000 saat itu adalah artikel yang dibuat oleh OriphinBot, walaupun karena perbedaan waktu, perhitungan kami bertiga menampilkan artikel-artikel yang berbeda.
Suara resmi mayoritas pengurus yang sedang daring saat itu kemudian memutuskan kriteria pemenangnya sebagai artikel pertama yang tidak dibuat oleh bot, setelah artikel ke-99.999.
Saya memperhitungkan ulang dan mengajukan Luck By Chance oleh 120.163.51.107 pada pukul 14:57, 21 Februari 2009 (WIB), sebagai artikel ke-100.000. Yang menarik, artikel ke-99.999 juga disumbangkan oleh pengguna anonim 120.163.51.107 ini: 1080i. Dilihat dari kontribusinya, kemungkinan pengguna anonim ini bukan pengguna yang telah terbiasa dengan pedoman gaya Wikipedia. :)
Luck By Chance kemudian diputuskan secara resmi oleh pengurus sebagai artikel WBI ke-100.000. Meursault2004 menyetujui "Luck By Chance" karena simbolis judulnya. Hayabusa menyarankan untuk merapikan dan mengembangkan artikel ini. Borgx melontarkan bahwa pengguna anonim adalah the best scenario (yang diwarnai juga dengan gregetannya Borgx terhadap 'sakralisasi 100K' oleh beberapa orang ^^ -- "udah tenaga abis-abisan eh yg menang si anon"). Ivan juga menyetujui anon, dengan argumen tambahan bahwa wp-en juga sering menjadikan anon sebagai pemenang.
Kalimat resmi pengumuman pengurus didraf oleh Ivan sebagai "penghargaan atas upaya kontribusi manusia secara manual", dan juga sekaligus 'memaksa' Meursault2004, perintis Wikipedia bahasa Indonesia, untuk mengumumkannya (sambil bingung kenapa dia yang harus mengumumkannya) :).
Malam itu juga, Meursault2004 mengeposkan pengumuman ini di Warung Kopi WBI dan di Meta-Wiki, koordinasi proyek Wikimedia Foundation.
Malam itu juga, Serenity sebagai Sekretaris Eksekutif WMID membuat draf rilis pers "Wikipedia bahasa Indonesia mencapai 100.000 artikel" untuk dikirimkan ke beberapa media. Saya urun sedikit mengirimkan rilis pers itu melalui faksimili ke berbagai media di Indonesia (lihat juga ini).
Selamat untuk seluruh komunitas Wikipedia bahasa Indonesia!
Baik besar maupun kecil, sebuah kantor komersial pada jaman sekarang tetap membutuhkan komputer dan perangkat lunak, minimal untuk administrasi dan membuat faktur. Komitmen (plus takut dikejar-kejar peraturan) akan penggunaan perangkat lunak asli dapat memberatkan sisi investasi sebuah kantor kecil atau kantor rumahan. Karena itu, penggunaan perangkat lunak bebas (freeware) dan sumber terbuka (open source) adalah sebuah pilihan yang cocok.
Namun demikian, tetap perlu hati-hati dalam memilih di antara perangkat-perangkat bebas (freeware), karena lisensi bebas yang diberikan kebanyakan adalah lisensi bebas untuk rumahan dan non-komersial. Sehingga, kurang tepat digunakan oleh sebuah bisnis/komersial kecil.
Di kantor kecil saya sendiri, program proprietary (asli--berbayar) yang kami gunakan adalah keluaran Microsoft yaitu Windows XP Professional dan Office 2003 Basic Edition.
Harus diakui, Linux dan solusi aplikasi kantor seperti Open Office memang gratis, tapi membutuhkan waktu dan masih ada keterbatasan untuk sampai dapat menggunakannya, apalagi mencocokkan dengan program-program aplikasi penjualan dan akuntansi yang kami gunakan. Saat ini, menggunakan Linux dan Open Office hanya pernah sampai pada tahap bayangan. Untuk Linux, bahkan belum pernah mulai dicoba, walaupun Ubuntu pernah masuk dalam hitungan. :-)
Open Office pernah dicoba, dan hanya bertahan beberapa minggu. Dengan segala kesulitan dan ketidakcocokan operasinya, kami akhirnya membeli lisensi Office 2003 Basic Edition.
Untuk keamanan, anti virus, spyware, malware, dan sebangsanya, saya tadinya merencanakan menggunakan AVG 8.0 Free Edition dan ZoneAlarm Free Edition.
Kedua perangkat lunak ini gratis, sangat cocok untuk saya, dan relatif mudah digunakan, komputer saya di rumah tidak pernah terkena virus, trojan, dan sebangsanya dengan perlindungan keamanan kedua aplikasi gratisan ini. Namun demikian, di situs web keduanya menyatakan bahwa Free Edition ini tidak boleh digunakan untuk keperluan bisnis/komersial.
Akhirnya setelah beberapa waktu, kami mengganti seluruh program AVG dan ZoneAlarm menjadi Comodo Internet Security versi 3.5 yang menurut lisensi yang ditampilkan di situs web-nya, bebas baik untuk bisnis maupun rumahan (No license fee - complete protection at no cost for business and home users). Versi berbayar memiliki perbedaan hanya pada layanan pelanggan melalui telepon/e-mail/chat 24 jam-nya.
Dengan demikian, aplikasi di komputer-komputer kami sudah sepenuhnya tepat lisensi.
Comodo Internet Security (CIS) ini pun relatif mudahnya digunakan, malah sudah termasuk anti virus (dengan proteksi waktu nyata--real time protection), firewall, dan anti malwarenya sekalian. Sederhananya, seperti gabungan antara AVG Anti Virus Free Edition, ZoneAlarm Free Edition, dan Windows Defender sekaligus, dengan lisensi yang bebas bagi penggunaan komersial.
Basis data definisi virus (virus definition) juga diperbaharui secara otomatis.
Embrio (bahasa Yunani: έμβρυον) adalah sebuah eukariota diploid multisel yang baru mulai berkembang. Pada manusia, yang disebut embrio adalah fase implantasi hingga akhir minggu kedelapan, yang mulai disebut sebagai fetus alias janin.
Perkembangan embrio disebut embriogenesis. Pada organisme yang mereproduksi secara seksual, ketika sperma membuahi sel telur, maka akan dihasilkan sebuah sel yang disebut zigot yang mewarisi seluruh DNA dari kedua orang tua. Embrio yang dihasilkan akan mendapatkan 50% komposisi genetik ayah dan 50% lagi dari ibu. (Lihat artikel Embryo di Wikipedia, the free encyclopedia)Nah, berhubungan dengan itu, subuh-subuh jam 5 pagi, Rabu, 24 September 2008, yang lalu, saya tiba-tiba dibangunkan oleh Yung. Lihat ini, katanya. Dia menunjukkan sebuah test pack kehamilan, yang bertanda garis dua. Artinya positif. Sambil mengantuk, saya berkata, "Ha, positif? Loh, katanya kamu nggak mau tes dulu sampai nanti telatnya udah seminggu?" Saya bertanya karena Yung sudah bilang tidak mau tes dulu sampai datang bulannya sudah telat seminggu. Dia bilang, "kalo tesnya negatif, saya juga ngga akan bilang-bilang sama kamu. :)" Lah!
Saya mengucap syukur, lalu langsung bangun karena rasa mengantuk yang lenyap. Cium tentu mendarat juga. Akhirnya setelah hampir setahun menikah, kami pun masuk dalam proses berikutnya, kehamilan. Janin. Bakal anak.
Buat saya, ini menakutkan tapi menimbulkan kegairahan. Hari sebelumnya kami baru saja masuk dalam ulang tahun perkawinan kami yang pertama, dan hari ini saya mendapatkan kabar bahwa Yung" hamil.
"Ini gara-gara kamu dulu pernah bilang kalo ngga mau punya anak dulu setahun pertama. Benar-benar kejadian," katanya. Benar juga, apa yang keluar dari mulut, benar-benar terjadi. :D
Hari itu pun mulailah kami mencari tahu dokter mana yang akan dikunjungi untuk mengkonfirmasi kehamilan tersebut, sekalian konsultasi mengenai boleh-tidaknya bepergian dengan pesawat terbang karena tiga bulan sebelum ini kami sudah merencanakan liburan. Setelah tanya sana-sini dan menjelajah di internet, akhirnya diputuskan untuk berkonsultasi ke dokter Sunarya. Dengan jadwal yang tersedia di beberapa rumah sakit termasuk Melania dan Hermina, yang cocok dengan jadwal Yung" hanya Jumat malam, 26 September 2008 di rumah sakit Azra Bogor.
Dalam konsultasi pertama ini, kandungan Yung diobservasi menggunakan USG oleh dokter Sunarya. Hasilnya, menurut dokter, belum tampak embrionya, tetapi yang pasti, rahim seperti terlihat di layar peralatan USG tersebut bukan rahim biasanya, karena sudah tampak kantung embrio di sana. "Jadi ini beneran hamil dok?" Jawabnya, "ya bisa dibilang begitu."
Dokter memberikan resep vitamin E dan asam folat untuk dikonsumsi Yung" hingga konsultasi berikutnya di bulan depan.
Jadi, predikat kami sekarang bukan cuma "suami-istri", tapi bertambah satu, "calon orang tua". Brrrr...
Wikimedia Indonesia telah berdiri. Hari ini saya berpikir, loh, beneran nih, sudah berdiri? Ini efek dari saking sudah terlalu lamanya diskusi (hampir 2 tahun) yang kalau dipikir-pikir, kalau kita pepet-pepet waktunya, paling cuma 1 bulan selesai.
Wikimedia Indonesia berdiri pada 5 September 2008, dengan ditandatanganinya Anggaran Dasar perkumpulan di kantor Notaris & PPAT Yualita Widyadhari, SH (Plaza Kebon Sirih, Jakarta, Indonesia). Dari 19 orang pendiri, penandatangan ini diwakili oleh IvanLanin (sebagai wakil dari seluruh pendiri lainnya) dan saya.
Pada intinya, Wikimedia Indonesia adalah sebuah organisasi perkumpulan para sukarelawan yang memiliki misi untuk menyebarluaskan pengetahuan bebas dalam bahasa-bahasa yang dipertuturkan di Indonesia. Pada saat berdirinya, para anggota Wikimedia Indonesia (sekaligus pendiri) adalah para Wikimediawan dari proyek-proyek wiki Wikimedia Foundation seperti Wikipedia, Wiktionary, Wikibooks, Wikiquote, dan Wikisource. Semuanya lintas bahasa-bahasa yang dipertuturkan dalam bahasa Indonesia.
Setelah pendirian resmi ini, Wikimedia Indonesia masih harus mendapatkan pengesahan dari Board of Trustees Wikimedia Foundation Inc. agar resmi sebagai mitra asosiasi lokal Wikimedia. Selain itu masih ada hajatan lain untuk mengadakan Rapat Umum Anggota (Pendiri) yang pertama kalinya untuk mengesahkan Anggaran Rumah Tangga, memilih Dewan Pengawas (Komisaris), dan memilih Direktur Eksekutif Wikimedia Indonesia yang pertama. Para kandidatnya tentu berasal dari internal para pendiri.
Ke mana arahnya Wikimedia Indonesia? Semoga arahnya akan lebih jelas dan lebih cepat ketimbang pendiriannya.
Wikimedia Indonesia didirikan sepenuhnya oleh para sukarelawan proyek-proyek wiki Wikimedia dalam bahasa-bahasa Indonesia. Perkumpulan yang tidak-mencari-keuntungan ini direncanakan untuk resmi sebagai sebuah badan hukum pada Oktober 2008, tentunya jika tidak ada aral melintang. Perbedaan Wikipedia bahasa Indonesia dengan Wikimedia Indonesia adalah pada penyelenggaraan proyek-proyeknya. Prioritas Wikipedia adalah kontribusi sukarelawan pada proyek-proyek daring, sementara Wikimedia Indonesia memiliki prioritas pada proyek-proyek luringnya yang beberapa di antaranya untuk mendukung proyek daring tersebut.
Secara tidak resmi, Wikimedia Indonesia mungkin saja menjadi semacam kendaraan bagi para Wikipediawan Indonesia untuk eksis sebagai sebuah komunitas yang diakui keberadaannya oleh dunia internasional, regional, maupun lokal -- sebagai sebuah komunitas yang berjuang secara sukarela demi pengetahuan Indonesia.
Wikimedia Indonesia bertujuan untuk mendukung penyebarluasan materi-materi pengetahuan bersumber terbuka dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lain yang dipertuturkan di Indonesia. Proyek ini juga berupaya mendorong agar masyarakat dapat turut ambil bagian dalam penyebarluasannya. Pada pokoknya, Wikimedia Indonesia memiliki mimpi bahwa ilmu pengetahuan itu tersebar secara luas dan dapat diakses di segala lapisan masyarakat. Sukarela, kekeluargaan, dan kejujuran adalah dasar utama dalam Wikimedia Indonesia.
Sebagaimana organisasi yang tidak bertujuan laba berbasis keanggotaan lainnya, otoritas tertinggi Wikimedia Indonesia adalah pada Rapat Umum Anggota (General Meetings of Members), diawasi oleh Dewan Pengawas (Board of Trustees) sebagai perwakilan yang dipilih oleh anggota, serta dikelola oleh Dewan Pengurus (Board of Executives) yang dipimpin oleh seorang Direktur Eksekutif (Executive Director) yang dipilih oleh para anggota.
Secara lambat, seluruh anggaran dasar dan rumah tangga telah diselesaikan, dan pada saat ini tengah menunggu penyelesaian pengumpulan surat kuasa dari para pendiri kepada ketua ad interim Wikimedia Indonesia untuk bertindak atas nama para pendiri dalam menandatangani akta di hadapan notaris. Dengan jumlah pendiri yang hampir 20 orang, beberapa ada di luar negeri, luar pulau, dan luar kota, lamanya periode penyebaran dan pengumpulan kembali surat kuasa ini menjadi sebuah tantangan tersendiri.
Tantangan terbesar dalam proyek seperti ini adalah bahwa seluruh individu yang tergabung merupakan sukarelawan, dan dengan status sukarela ini, fokus prioritas mengenai Wikimedia Indonesia menjadi nomor kesekian. Setiap individu memiliki fokus utama masing-masing, mulai dari keluarga, pekerjaan, hingga hobi. Dan itu termasuk saya. Fokus utama saya adalah pada keluarga dan pekerjaan, yang tidak dapat saya kebelakangkan setelah Wikimedia Indonesia. Fokus individu lainnya tentu bervariasi--sekalipun setiapnya telah menyetorkan dana untuk urunan pendirian.
Selesai bertemu dengan para Wikipediawan di Billiton Bistro, saya bertemu dengan Yung", dan sahabat lama kami, pasangan suami-istri Paul dan Maria. Setelah sebentar melihat-lihat, kami pun berangkat dari Plasa Senayan untuk pergi makan malam, sekalian berkunjung ke Apartemen Paul dan Maria di bilangan Kemayoran, Jakarta.
Lama tak bertemu, kami banyak bertukar kabar, dan tanpa terasa tibalah di jalan tujuan tempat makan malam dan harus berputar berbalik arah. Saya pun mengambil ancang-ancang dan berbalik arah, tanpa menyadari bahwa lowong di tengah jalan itu terdapat rambu dilarang berbalik arah. Pembelaan diri: maklum bukan orang Jakarta plus sudah malam pula dan saya memang tidak sengaja untuk melanggar. :D
Persis ketika moncong mobil kami berbalik arah, seorang polisi muda menunjuk! Saya pun pasrah meminggirkan mobil. Nah lo!
Polisi tersebut kemudian menjelaskan bahwa di tempat itu tidak boleh memutar arah, meminta surat-surat saya, dan saya pun menyerahkan SIM dan STNK. Menyadari salah, saya mengatakan dengan terang-terangan bahwa saya mengakui salah dan meminta surat tilang biru. Kemudian polisi tersebut ngeloyor pergi tanpa bicara membawa SIM dan STNK saya, entah ngapain. Meminta saya untuk turun menemui pun tidak. Membingungkan.
Beberapa waktu kemudian, saya pun memutuskan untuk turun dan menghampiri ke arah mobil sedan polisi yang ada di depan saya, diikuti oleh Paul. Yung" dan Maria tetap stay di mobil. Berdiri di sisi pengemudi mobil polisi tersebut, ada satu lagi pengemudi model engkoh-engkoh empat puluh tahunan dengan entah apa pelanggarannya, sedang berbicara dengan seseorang di dalam mobil polisi tersebut.
Polisi muda ini dengan buku tilang di tangannya dan secara tipikal mulai menjelaskan mengenai persidangan blah-blah-blah. Kira-kira, selanjutnya begini:
Kami pun makan malam, dan malam itu saya tidur dengan lega.
(Dia berkata sambil memeragakan dengan tangan, yang saya interpretasikan sebagai tulisan berjalan di bagian bawah siaran)
(Dari gayanya, seakan-akan kita semua sepanjang waktu harusnya ada di depan televisi dan nonton pengumuman itu di televisi. Lah, emangnya kita kaga ada kerja ya?)
Saya adalah warga masyarakat, pembayar pajak, dan saya tahu aturan. Kalau memang betul aturannya adalah surat tilang biru sudah tidak ada lagi: dan sekarang harus surat tilang warna merah, silakan saja: saya terima kok Pak. Dan karena saya belum mendengar aturannya, silakan buktikan, Bapak tulis dan tanda tangan!
Memangnya di mana sih Pengadilannya?
(Polisi muda itu kemudian masuk ke mobil, mungkin untuk bicara dulu dengan Komandannya itu)
(Saya pun kembali ke mobil saya untuk mencari kertas yang agak-agak lebih representatif untuk bisa dipakai meminta pernyataan dan tanda tangan dari Polisi tersebut. Akhirnya setelah mengubek-ubek, tidak ketemu juga. Saya pun mengambil ordner yang penuh dengan dokumen dan berencana untuk menggunakan salah satu balik dokumen untuk minta tanda tangan itu)
(Sembari mengambil Ordner, Yung" memanggil saya karena ada seorang Polisi yang turun dari mobil. Bukan polisi muda yang tadi, tapi polisi yang tampaknya sudah cukup tua umurnya.)
(Saya pun menghampiri Polisi itu sambil membawa-bawa Ordner yang penuh dengan dokumen, sambil bergerak membuka dan ingin minta tanda tangan)
(lagi-lagi sama seperti rekan polisi mudanya, sambil memperagakan dengan lambaian tangan)
(sambil menunjuk ke arah sebarisan tempat makan tak jauh dari situ)
(mengasongkan SIM dan STNK saya yang tadi diambil)
(Tentu saja, momentum itu tidak saya sia-siakan, SIM dan STNK langsung saya ambil)
(Sambil cepat-cepat kembali ke mobil dan tancap gas segera meninggalkan tempat itu)
Setelah berkali-kali rapat para pengguna proyek Wikimedia mengenai kelangsungan pendirian sebuah perkumpulan sebagai asosiasi lokal Wikimedia Foundation, sebuah rancangan naskah anggaran dasar yang hampir final akhirnya ditulis ulang dalam Kopi Darat Jakarta 19 pada 2 Mei 2008.
Berempat: Serenity, saya, IvanLanin, dan Sentausa, adalah para pengguna yang berkesempatan hadir untuk membicarakan mengenai anggaran dasar tersebut. Dari hasil riset-riset (baca: contekan) di berbagai anggaran yang dimiliki perkumpulan, yayasan, koperasi, dan lain-lain, akhirnya kami berhasil mendesain sebuah anggaran dasar yang lebih kompak alias singkat, dengan pengertian yang bisa diinterpretasikan seluas-luasnya demi tercapainya tujuan mulia Wikimedia Indonesia dalam pengetahuan bersumber terbuka. (Baca: sekedar mencoret beberapa bagian dari anggaran yang lama.) :D
Kami berpindah-pindah lokasi di dalam Plasa Senayan. Berkeliling mulai dari Foodcourt, Coffee Club (hampir, tapi tidak jadi), Coffee Bean & Tea Leaf, dan akhirnya Billiton Bistro. Tempat yang terakhir ini tampaknya akan menjadi salah satu tempat yang favorit untuk dijadikan tempat kopi darat para Wikipediawan berikutnya. Nama Billiton adalah nama yang diadopsi dari Pulau Belitung, Sumatra. Restoran ini didominasi oleh sajian sea food dan makanan khas Belitung lainnya. Nevertheless, para Wikipediawan hanya memesan teh tarik dan penganan kecil saja, kali ini atas courtesy IvanLanin. :D
Sebelum pindah ke resto ini, kami sempat mengobrol sejenak sebelum terjadi insiden luka bakar sampai melepuh di lengan kanan Serenity yang terkena sengatan rokok seorang pengunjung Coffee Bean & Tea Leaf. Ivan pun bergegas membantu membelikan Bioplacenton Jelly untuk pertolongan pertama pada luka bakar. Alhasil, dengan segala hawa yang sudah jadi tidak enak, kami pun pindahlah, dan bertemu dengan Billiton Bistro ini.
Meeting kali ini jauh lebih fokus ketimbang yang pernah kami lakukan. Kali ini, bahasan yang lebih konkret pun terlaksana dengan bahan-bahan yang semakin luas. Hasilnya, sebuah draft baru akan dilemparkan ke komunitas Wikipedia bahasa Indonesia yang akan dibahas selama seminggu sebelum di-submit ulang ke Chapters committee Wikimedia Foundation. Well, meeting kali ini menuai komentar "The most successful meeting ever" dari Serenity yang ditanggapi singkat oleh Meursault2004 nun jauh di sana, dengan "Hahaha, syukur dah :-D". Truly, gaya bahasa Meursault2004 belakangan ini agak-agak berubah ya rasanya. Entah di mana. :)
Saya pun menulis perkembangan ini di Meta sambil menunggu draftnya benar-benar disubmit ke committee.
Saya sudah cukup lama mencari tahu bagaimana caranya mengoperasikan fitur Windows XP, Internet Connection Sharing (ICS), melalui koneksi jaringan nirkabel (wireless network connection) dari laptop (komputer jinjing) saya yang terhubung dengan modem ADSL. Di kantor, atau kadang di rumah, saya sering kali kedatangan tamu yang membawa komputer jinjing juga, dan kadang membutuhkan koneksi internet - yang akhirnya membuat saya merogoh kocek untuk membeli sebuah kabel ethernet lagi supaya tidak perlu tukar-tukaran koneksi.
Sudah beberapa bulan ini saya mencari-cari cara untuk mengaktifkan Internet Connection Sharing tersebut, tetapi dalam percobaan-percobaan yang saya lakukan selalu mengalami kegagalan. Saya sudah membaca di Windows Help, mencari-cari di Google dan mendapatkan artikel-artikel [dalam bahasa Indonesia] mengenai ICS ini. Semua artikel tampaknya mudah dan berisikan langkah-langkah yang praktis. Saya ikuti semua, dan gagal.
Baru dua hari yang lalu, Sabtu, 17 November 2007, akhirnya saya mendapatkan situs web Microsoft, sebuah artikel bertanggal 8 April 2002 oleh Barb Bowman, Expert Zone Columnist, dengan judul "Making the Wireless Home Network Connection in Windows XP Without a Router" dan mendapatkan langkah-langkah yang tampaknya lebih efektif. Masalahnya cuma satu, yaitu artikel ini dibuat untuk Windows XP rilis sebelum Service Pack 2 sehingga ada kotak-kotak dialog yang sedikit berbeda. Dengan sedikit penyesuaian, saya mencoba mengikuti langkah-langkah yang disarankan di sana dan berhasil!
Dengan satu laptop saya sebagai gerbang internet (internet gateway), laptop lainnya pun dapat terkoneksi ke internet dengan baik dan cepat.
Membaca saran mayoritas yang menyarankan untuk tidak mengundurkan diri, saya akhirnya memutuskan untuk tetap mempertahankan hak teknis opsis sekaligus kepengurusan saya di Wikipedia bahasa Indonesia, setidaknya hingga pemisahan fungsi opsis dan pengurus di WBI sudah diluncurkan. Kapan? Ya tidak tahu :)
Idenya adalah untuk mengakomodasi para pengguna aktif Wikipedia bahasa Indonesia yang turut dalam visi bebas Wikipedia-dan secara umum mampu menjadi "salah satu pemberi pedoman" bagi para pengguna baru atau pengguna lainnya, di mana untuk tugas ini tidak memerlukan fungsi teknis opsis. [Walaupun kadang saya pikir ini berguna juga untuk "tidak mempermudah" penambahan Opsis :)]:
Muncul ide dalam pikiran agar hak teknis Opsis menjadi periodik, misalnya selama masa 1 tahun selama Januari-Desember, dan dipilih selama waktu dua minggu pada bulan Desember tahun sebelumnya. Ide ini belum disampaikan ke forum mengingat pembicaraan tentang Pengurus ini belum tersibak di antara ide-ide pendirian Yayasan Wikimedia, OLPC, dan lain-lain. ^^
Pengalaman menggunakan CDMA esia pada saat ini bisa dikatakan "murah walau kadang nyebelin".
Saya ingat pada waktu sekitar Desember 2006, ketika layanan esia GoGo, baru diluncurkan, saya menelepon ke customer service esia untuk menanyakan mengenai layanan tersebut, dan mendapati bahwa ternyata mereka entah belum terlalu mengerti atau belum well-trained. Waktu itu saya menggunakan esia 0251 dan bermaksud meng-GoGo-kan ke nomor 021.
Untung sekali saya tidak ikutan gila-gilaan seperti yang si customer service itu sarankan: membeli voucher setiap hari; sebab secara otomatis nomor GoGo baru saya diisi dengan voucher senilai Rp20.000,- dari nomor paska-bayar saya. Bedanya, pada Desember 2006 itu belum ada pemberitahuan sms dari esia555 yang menunjukkan bahwa nomor GoGo telah terisi senilai Rp20.000,-.
Saat ini sih layanan esia GoGo cukup mewarnai keseharian saya karena domisili saya di Bogor kalau malam dan Depok ketika kerja. Saya sempat berpikir kenapa kok nggak dibuat satu wilayah saja Jabodetabek jadi berkode 021, karena kan banyak sekali orang-orang yang tinggal di Bogor yang kerja di Jakarta juga. Depok, Tangerang, dan Bekasi toh juga berkode 021.
Yang paling jelek adalah pada saat weekend. Mungkin banyak orang yang melakukan GoGo karena mereka berakhir pekan ke luar kota. Suliiittt sekali dan lamaaa sekali untuk masuk bisa GoGo, dan yang bikin bete adalah kalau lagi perlu alat komunikasi sementara GoGo-nya gagal melulu. Kadang seharian sama sekali tidak bisa GoGo.
Ada yang bilang, yah terima aja, namanya juga lu mau yang murah, ya begitulah! :D (Mudah-mudahan yang namanya murah tidak melulu murahan, tapi bisa professionally satisfying).
Saya adalah pengguna layanan akses internet cepat Speedy ADSL dari Telkom sejak Agustus 2006. Sebelumnya saya terbiasa mempergunakan akses internet melalui Telkomnet Instan 080989999. Saya sering membaca mengenai ketidakpuasan beberapa pengguna mengenai kinerja Speedy. Saya sendiri cukup puas dengan akses cepat ini, mungkin berhubung saya adalah pengguna biasa. Memang ada beberapa kali sulit sekali diakses, tapi secara keseluruhan tetap tidak terlalu mengganggu.
Saya beberapa hari yang lalu baru mengganti modem lama saya, Aztech dengan D-Link ADSL. Kekacauan terjadi karena setelah saya memasukkan username dan password, ternyata aksesnya gagal terus. Setelah menelusuri, ternyata ada parameter yang salah yaitu VPI yang seharusnya bernilai 0, ternyata secara default modem bernilai 8. Setelah dikoreksi, akses pun berjalan lancar. Parameter lengkap dari teknisi Telkom adalah sebagai berikut:
Situs OpenDNS memberikan setting DNS yang diklaim lebih cepat dan lebih aman yakni:
Saya saat ini menggunakan alternatif dari OpenDNS ini dan mendapati bahwa bahkan kesalahan mengetikkan alamat suatu situs web dapat dikoreksi dengan mudah oleh DNS server dari OpenDNS ini. Contoh, alamat yang salah ketik seperti http://id.wikipedia.or (kurang satu huruf g) tetap mengantarkan ke halaman utama Wikipedia bahasa Indonesia yang tepat. Halaman-halaman yang terdaftar yang memiliki status konten dewasa dan situs phishing segera diblokir dengan cepat. Wikipedia bahasa Inggris memiliki artikel yang positif mengenai OpenDNS.
Aduh pusing, minggu depan ada aturan baru dari Principal kalo kita harus pakai handheld untuk kunjungan salesman ke outlet. Pertengahan 2007 penempelan barcode sudah selesai oleh para Supervisor Principal bersama-sama salesman.
Hari ini kami melakukan pembenahan rute supaya Daftar Nama Langganan (DNL)-nya tidak ngaco dan bikin handheld-nya minggu depan jadi ngaco juga. :)
Ada 5800 kombinasi kode outlet dan salesman yang harus dikerjakan dan itu bikin kepala pusing.
Setelah bertanya sana-sini dan menjelajah di beberapa situs wedding, kami memutuskan untuk mencari suvenir di Pasar Jatinegara. Sebelumnya, Pasar Pagi Mangga Dua dan ITC Mangga Dua sudah diubek beberapa kali tapi belum ada sreg untuk dipilih.
Minggu, 29 Juli 2007, kami pergi ke Pasar Jatinegara. Setelah berputar sekali karena masih bingung di mana masuknya (apalagi ditambah lupa isi bensin), akhirnya kami melalui Jalan Jatinegara Timur, lalu ke Jatinegara 4 Barat, ke Jatinegara Barat, memutar di sudut Gereja untuk masuk ke Jalan Matraman Raya, dan masuk ke pintu pasar yang tepat berada di sekitar pertigaan. Gedung parkirnya berada di belakang pasar dan relatif mudah mendapatkan parkir setelah mencapai beberapa tingkat teratas ^^.
Di pasar ini, para penjual suvenir terkumpul di lantai basement pasar itu dan memiliki jam buka sekitar pukul 8 pagi hingga 5 sore. Mereka berpusat di tengah-tengah lantai basement sementara di area sisi pinggir hanya ada sedikit saja. Di luar pasar, mengelilingi gedung, ada beberapa penjual suvenir juga tapi tidak sebanyak di lantai basement ini. Untuk harga, kami menemukan bahwa harga yang paling murah bisa kita dapati di area tengah ini.
Setelah menawar sana-sini (tentunya, Yung yang memimpin journey ini ^^), jadilah kami membeli 3 buah contoh suvenir untuk dipilih para orang tua: kalkulator dengan bolpoin, pembuka botol cantik sekaligus hiasan kulkas, dan kipas bulu. Terpilihlah kalkulator sebagai calon suvenir.
Belakangan, dari survei Yung lebih lanjut (maksudnya: keliling-keliling sendiri waktu libur pilkada), ternyata suvenir model kalkulator itu di Bogor harganya mahal sekali: Rp 20.000,- (belum ditawar: malah mau nawarnya aja udah males duluan) versus Rp 4.400 (berkisar hingga Rp 8.000) di Pasar Jatinegara.
Minggu, 5 Agustus 2007, kami pergi lagi untuk memastikan toko mana yang akan kami pilih sebagai souvenir vendor. Harga kalkulator yang disepakati akhirnya adalah Rp 5.000 dengan kover berbahan mika berpita. Suvenir baru bisa diambil setelah kira-kira dua minggu, setelah mereka memberi label dengan nama kami, tanggal pernikahan, dan inisial; plus dimasukkan ke kotak mika dan diberi pita.
Setelah ditimbang-timbang, saya saat ini betul-betul minim sekali memberikan waktu untuk Wikipedia bahasa Indonesia (WBI). Melihat ke statistik pengguna di WBI per 28 Juni 2007,
Setelah beberapa kali rencana kopi darat yang batal, akhirnya komunitas Wikipedia Bahasa Indonesia berkumpul dalam kopi darat kesepuluh yang dihadiri sebelas orang. Koordinator acara ini (seperti biasa) adalah Serenity.
Saya berangkat dari Depok pada pukul 11.00 dan tiba di Hanamasa sebelum pukul 12.00. Sambil menunggu, saya kelilingi dulu area-area Hanamasa dan baru tahu ada bagian baru panggangan yang dapat dipesan. Saya mengambil jus jeruk dan tak lama kemudian Andri.h tiba. Saya baru pertama kali bertemu dengan Andri.h (walau sebelumnya pernah melihat fotonya--entah di mana). Setelah mengobrol sejenak, Ivan Lanin juga tiba diikuti dengan Naval Scene yang juga baru pernah saya temui. Setelah itu berturut-turut Borgx bersama-sama Serenity, kemudian Meursault2004 dan Tom Hoogervorst. Kami memulai pembicaraan sambil makan siang. Di tengah-tengah makan siang, Dragunova tiba diikuti Hariadhi. Geboy datang terakhir, melengkapi hadirin yang diundang dan berkesempatan hadir.
Sesuai dengan topik yang dibagikan oleh Serenity, secara umum kami membicarakan mengenai kelayakan pendirian Yayasan Wikimedia Indonesia sebagai chapter dari Wikimedia Foundation Inc. yang berpusat di Amerika Serikat. Hasil lebih lengkap dari pembicaraan ini dapat ditemukan di situs Wikipedia bahasa Indonesia.
Nah, ini pertama kalinya saya mengeposkan tulisan saya di alamat ini. Saya belum pernah jadi blogger dan sebelumnya tidak terlalu tertarik untuk itu. Sering membaca halaman-halaman blog kawan-kawan, saya baru mulai tertarik untuk ikut terjun di ranah ini. Dua blog awal yang membuat saya lebih tertarik adalah Serenity Lounge dan nan tak (kalah) penting.
Jadi, saya tidak tahu apakah saya akan terus menjadi penulis blog atau tidak: kita lihat saja nanti. ^^
Nah, kenapa sibuk?
Alasannya ya karena memang saya sedang sibuk berat. ^^ Sampai-sampai saya merasa tidak punya waktu untuk diri saya sendiri. Saya sedang bertambah sibuk dalam pekerjaan dan menyediakan waktu untuk mempersiapkan pernikahan dan segala pernak-pernik yang mengekorinya. Sejauh ini, saya jalani dan nikmati saja kesibukan saya saat ini dan berusaha melakukannya dengan benar.